Gnome dan KDE bukan semata-mata merupakan Windows Manager. Terlebih dari itu GNome dan KDE merupakan dua Desktop Environment utama pada lingkungan sistem operasi Linux. Istilah Desktop Enviromnet sendiri mengandung makna sebagai sebuah lingkungan kerja saat kita berinteraksi dengan operating system komputer, yang berisi rangkaian program dan aplikasi yang bisa bekerja secara bersama-sama membentuk lingkungan kerja penuh fasilitas. Dalam sebuah Desktop Environment terdapat Windows Manager yang mengatur letak dan cara window-window ditampilkan dalam sebuah workspace.
Pada lingkungan Linux Gnome dan KDE merupakan Desktop Environment utama yang sering digunakan sebagai default Desktop pada distro-distro Linux. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Gnome dan KDE kaya akan fitur, kaya akan software / aplikasi terpadu yang masih bisa dipisah-pisahkan. Untuk mengatur window pada workspace, Gnome menggunakan metacity, sedangkan kwin digunakan oleh KDE. Namun bila kita menghendaki yang lain selain default window manager tersebut, dengan mudah kita bisa melakukannya. Hal ini karena sifat Linux adalah fleksible, kita bisa membuat / meng-customize desktop sesuai dengan selera kita. Gnome dan KDE merupakan rangkaian program aplikasi yang bekerja secara kompak yang dibuat untuk memberikan pengalaman lebih bagi usernya. Jika Anda tidak menyukai satu bagian tertentu, dengan mudah kita menggantinya dengan yang lainnya yang lebih baik dan sesuai selera.
Continue reading →