Waroeng Kopi, eh Roemah Kopi

Roemah Kopi
Roemah Kopi

Setelah beberapa minggu absen dari wisata kuliner, akhirnya jalan lagi buat menjajaki tempat2 kuliner asik di Bandung. Kali ini yang mendapat giliran yaitu Roemah Kopi yang ada di Jl. Terusan Ranca Kendal No. 9 Dago.

Sebenarnya wisata kuliner kali ini (halah, cuma jalan2 ko’) juga ga sengaja, abis jalan2 dari Sukabirus tiba-tiba ketemu ama Iki’ dan Feby di depan kosannya Feby, langsung diajakin deh. Inilah kesekian kalinya sayajalan bareng anak2 kelas (jarang si), biasanya barengnya sama anak2 HMIF atau Daskom.

Pertamanya si kami (saya, Ian, Nashir, Iki’, Feby ma Nina) punya beberapa pilihan buat kuliner (Starduck, Roemah Kopi atau Wale), kami putuskan buat ke Starduck dulu, katanya Ian si di daerah Ciembeleuit, tapi ga ketemu yasudah, kami biaskan buat ke Roemah Kopi.

Dari Ciembeleuit putar arah trus ke Dago Pakar, terus pokoknya ambil jalan ke arah kanan, hingga ada baliho Congo/ Dago Golf. Setelah ketemu pertigaan yang ada Stone Cafenya belok kiri terus ikuti Jl. Ranca Kendal Luhur, cari pertigaan ke arah kanan (turunan), habis itu pasti akan menemui Boemi Joglo ma Station Coffee, setelah itu nyampe deh di Roemah Kopi. Untuk lebih jelasnya lihat peta berikut.

tanyakan pada peta
tanyakan pada peta

Nah di sana yang tau jalan ke Roemah Kopi cuma saya ma Feby doank. Alhasil yang lain kelabakan bingung jalanya karena ketinggalan.

Setelah beberapa saat menunggu yang lain akhirnya nyampe juga di Roemah Kopi. Lokasi Roemah Kopi ini dekat dengan Wale, tapi yang lain prefer ke Roemah Kopi dan saya juga udah pernah ke Wale ko’, jadi ya gapapa😀 .

Setelah nyari tempat yang enak langsung deh masing2 pesen maminya (makanan minuman maksudnya😀 ). Saya pesen Beef Stroganoff ma Kalosi Toraja, yang lainnya ada yang pesen Nasi Ayam Kecap, Nasi Sate, Light in the Dark,dll. Nah yang paling berkesan dalam wisata kuliner kali ini yaitu tentang Kalosi Toraja yang saya pesan. Kopi yang satu ini entah kenapa dibuatnya paling terakhir dan lamaaaa nganternya, sampe yang laennya selesai makannya, udah gitu setelah dianter ternyata cuma secangkir kecil dan rasanya hmmmm… maknyus kerasa banget pahit kopinya, sampe dikasih gula 3 bungkus jg ga manis2…huhuhu. Akhirnya kopi yang cuma secangkir itu dihabisin bareng2 ama anak2, soalnya ga kuat kalo ngabisin sendiri, hihihi. Tapi dengan kejadian itu jadi berkesan deh wisata kulinernya. Dan alhasil gara-gara kopi itu saya belum bisa tidur sampe jam 03.30 dan nulis di blog ini:mrgreen: .

Berikut cuplikannya😀 :

sesaat sebelum pulang :)
sesaat sebelum pulang🙂
hmmm...
hmmm...
saat terakhir, halah
saat terakhir, halah

Yang pengen tau lebih banyak tentang Roemah Kopi ke sini aja.

thx 4 reading😀 .

2 thoughts on “Waroeng Kopi, eh Roemah Kopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s