Lemah… melemah…

Memang tak perlu banyak cara untuk menjadi bodoh, tak perlu banyak teori untuk menjadi tolol, hanya dengan menanamkan kebodohan kemudian menyemainya dengan ketololan, sudah cukup.

Itulah yang saya rasakan akhir² ini, apakah saya benar² mengalami degradasi otak? yang pernah diungkapkan oleh mbak Septia Rani. Kata degradasi sering saya dengar ketika mengamati dunia sepakbola dimana tim yang mengalami degradasi adalah beberapa tim yang berada di peringkat terbawah, degradasi berarti turun ke level yang lebih rendah. Apakah degradasi jg dapat berarti menjadi lebih lemah? apabila benar, sungguh rugilah diriku😦.

Indikasinya:

  1. Otak saya tidak mau diajak untuk berputar lebih cepat, *jd semakin oon*.
  2. Rasa malas bertambah dan terus bertambah.
  3. Rasa ingin tahu saya yang biasanya besar, sekarang hilang seketika.
  4. Tidak bisa mengendalikan diri dengan baik.
  5. Nilai ujian yang tidak memuaskan😦.
  6. Semakin mudah mendzalimi orang lain😦.

Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?

Sepertinya saya memang butuh energi baru atau motivasi??? arrrgghhh…

Semoga hal ini tidak berlarutlarut dan saya dapat bangkit lagi. Lotta!!!

7 thoughts on “Lemah… melemah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s