De Javu Liga Champions 09/10 di Piala Dunia 2010

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=239361576

Apa yang ada di benak agan ketika melihat hasil akhir pertandingan Brasil vs belanda malam hari ini? Sebagian dari agan mungkin sedikit kaget, sebagian mungkin bergembira, dan sebagian besar akan kaget. Ketika agan ane ingatkan tentang Liga Champion 2009, apakah agan menemukan kemiripan? Kalau belum, mari ane ajak agan untuk menilik analisis ane.

Spoiler for 10 beda nasib:

Tim favorit ane di Piala Dunia ini sejatinya ada dua, Inggris dan Brasil . Namun, bila disuruh memilih siapa yang akan jadi juaranya, ane memilih Brasil. Mungkinkah Brasil menjadi juara? Sekarang tidak lagi, tetapi justru di sini menariknya. Tim favorit ane di Liga Champion 2009/10/10 adalah Manchester United, dan seperti agan tahu bahwa Red Devil tidak berhasil menjadi juara karena terhenti di perempat final, sama seperti Brasil bukan? Itu cuma sedikit kebetulan, mari kita simak lagi.

Brasil datang di Piala Dunia sebagai unggulan juara, seperti United di Liga Champion tahun lalu. Kemiripan lainnya adalah kedua tim terletak di Plot A di undian perempat final. Di mana belanda dan Bayern Munich sebagai tim yang mengalahkan kedua tim favorit ane tersebut melangkah ke semifinal. Dalam pertandingan hari ini, Brasil unggul lebih dulu lewat Robinho (’13), bermain cukup menarik dan membuat belanda sendiri tidak berkembang sampai babak pertama. Di babak kedua belanda menyamakan kedudukan lewat gol yang ‘sangat indah’ dari Wesley Sneijder yang sempat mengenai kepala Felipe Melo. Dan berikutnya muncul gol lewat kepala Sneijder yang sangat tak diduga di akhir dua per tiga pertandingan. Ketika Manchester United bermain cukup lugas melawan Bayern Munich lewat gol cepat Wayne Rooney, keunggulan yang sama dengan Brasil, tetapi kemudian disamakan lewat gol tendangan bebas Franck Ribery, yang sempat mengenai kepala Wayne Rooney, dan akhirnya Munich ganti unggul lewat Ivica Olic, seperti Sneijder. Adakah kemiripan lain? Ya, si pembelok bola keluar dari pertandingan sebelum usai, Rooney karena cedera dan Melo karena kartu merah. Manchester United lebih diunggulkan untuk lolos tetapi di pertemuan kedua (meski sempat mencetak 3 gol di 15 menit pertama, dan unggul 3 -1 di babak pertama) mereka juga mesti tersingkir dari Liga tertinggi di persepakbolaan eropa ini karena gol Dutchman Arjen Robben. Pun dengan Brasil, yang lebih banyak diunggulkan tetapi malah kalah oleh belanda. Mungkin bisa ditambahkan satu faktor lagi, yakni Mark van Bommel, si jangkar yang bukan cuma piawai menggagalkan serangan tetapi juga piawai memprovokasi, kalau agan lebih jeli, hha. Yang jelas kali ini Brasil lagi-lagi terkena kutukan bahwa juara piala Interkontinental sebelumnya tidak bisa menjuarai Piala Dunia.

Spoiler for sang pencetak gol:

Apakah hanya itu saja ‘de javu’ yang ada? Tidak, mari kita lihat hasil undian perempat final berikut ini.
Plot A Piala Dunia ~ Liga Champion
Brasil vs belanda ~ Manchester United vs Bayern Munich
Uruguay vs Ghana ~ Lyon vs Bordeaux

Plot B
Argentina vs Jerman ~ Internazionale vs Chelsea
Spanyol vs Paraguay ~ Barcelona vs Stuttgart

Mungkin agan bingung mengapa ane menuliskan pertandingan Piala Dunia dan Liga Champion di fase perempat final secara bersandingan, agan akan paham setelah membaca analisis ane berikut ini.
Datang sebagai unggulan teratas adalah Brasil dan Spanyol. Berpredikat negara no 1 FIFA dan menjuarai dua turnamen bergengsi terakhir, Copa America dan Piala Interkontinental (Piala Dunia mini) serta datang sebagai peringkat pertama di kualifikasi zona amerika selatan, tak ada yang meragukan mereka akan menjadi salah satu tim unggulan di Afrika Selatan. Spanyol, dengan bermaterikan bakat-bakat luar biasa negeri matador, Juara Eropa ini datang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski sempat takluk oleh Swiss tetapi permainan mereka yang indah berhasil mengantar mereka lolos ke 8 besar. Brasil dengan joga bonito-nya mesti bertemu total football belanda di 8 besar, sedangkan Spanyol dengan taka tiki ala Barca akan meladeni Paraguay. Argentina, yang banyak diragukan tetapi mampu menyuguhkan permainan impresif di fase grup, menghadapi penakluk Inggris, Jerman. Di satu tempat lain Wakil Afrika yang bersinar, Ghana, akan menghadapi amerika latin lainnya, Uruguay. Secara umum, semifinal ideal mempertemukan Brasil dan Uruguay serta Jerman dengan Spanyol. Final sendiri antara Brasil dengan Spanyol, itulah pertaruhan baganr judi sebelum partai perempat final digelar. Sedikit menilik UCL2009, Manchester United digadang-gadang bakal bertemu dengan Barcelona (lagi) di final, nyatanya mereka justru keok sebelum sampai final.

Spoiler for analisis:
Analisis Brasil vs belanda sudah ane jelaskan di atas, sekarang baiknya mengulas partai yang akan datang. Pertandingan Ghana vs Uruguay sendiri mungkin adalah satu-satunya partai di 8 besar tanpa unggulan juara. Namun, justru di sini menariknya, Ghana dan Uruguay memiliki kesempatan yang sama besar untuk melaju ke 4 besar. Uruguay di atas kerta unggul secara individu, secara tim, dan pelatihnya. Siapa yang menyangsikan kemampuan Diego Forlan, top skor liga belanda Luis Suarez, dan skuad penuh pengalaman lainnya. Ingat, Uruguay juara piala dunia 2 kali juga. Namun, harus dilihat bahwa Ghana memiliki faktor X, yakni vuvuzela, tanah Afrika, dan pemain bernomor 3 Asamoah Gyan. Di sini Ghana adalah perwujudan Bordeaux, yang mana ketika itu menjadi pemuncak klasemen liga Prancis, dan Uruguay adalah Lyon, yang mana meski secara peringkat kala itu tertinggal dari Bordeaux dan Marseille tetapi mereka unggul pengalaman di pentas eropa. Dan siapa yang akan melawan belanda di semifinal? ane rasa Ghana punya kemampuan bagus, tetapi Uruguay akan lolos. Seperti Lyon, mereka memiliki pengalaman di tingkat internasional yang lebih daripada lawan.
Big match perempatfinal, mempertemukan Argentina vs Jerman. Sejarah mencatat keduanya tidak memiliki rivalitas, malah kalau boleh dibilang mereka adalah sahabat karena permusuhan kedua tim dengan Inggris. Musuhnya musuh kita adalah lawan kita, but maybe it isn’t right in football altough sometime it works. Mungkin tidak 100% tepat ketika ane mengaitkan faktor Diego Millito sebagai kunci Argentina, nyatanya Diego Maradonna memiliki sang top skor sementara Gonzalo Higuain dan pesepakbola terbaik, Messi-factor. Justru di sinilah serunya, karena layaknya partai big match Internzionale melawan Chelsea, partai berjalan seru dan akhirnya Inter yang lolos, dalam hal ini Argentina. Bukan bermaksud meremehkan Jerman yang dihuni banyak pemain muda dan skuad yang kompak, partai seru akan tersaji dan yang paling siap yang akan melaju. Menarik juga karena kedua pelatih sama-sama masih muda.
Spanyol tak akan mudah lolos ke semifinal, Paraguay sedikit bermain pragmatis (layaknya Stuttgart) dan akan merepotkan, tetapi ane yakin mereka akan melangkah ke 4 besar. Menyamakan Barcelona dengan Spanyol bukan suatu kesalahan, mayoritas skuad La Furia Roja diisi anak-anak Catalan. Paraguay memberikan kejutan? Why not, but not this time

Semi final
Uruguay vs belanda ~ Lyon vs Bayern Munich
Argentina vs Spanyol ~ Internazionale vs Barcelona
Sekali lagi, ini hanya prediksi berdasarkan analisis ane serta kejadian yang mirip di Liga Champion 2009. Uruguay akan memberi perlawanan terhadap belanda, tetapi yang ke final adalah Dutchman-squad. Bukan hanya karena adanya Robben, tetapi skuad ini membuktikan bahwa mereka bisa menjadi musuh yang tangguh untuk tim seperti Brasil. Partai yang lain antara Argentina vs Spanyol pasti lebih seru, seperti Inter vs Barca. Akankah terjadi permainan pragmatis ala Inter, mungkin tidak karena kedua tim mempunyai visi menyerang yang tinggi. Tetapi menghadapi permainan tika tiki cepat dan terbuka Argentina mungkin akan memakai itu, bila mereka ingin lolos ke final.

Final

Spoiler for akankah sejarah terulang?:

Belanda vs Argentina ~ Bayern Munich vs Internazionale
Ini adalah partai klasik Piala Dunia 1998, kartu merah Ariel Ortega karena menyundul Van Der Sar akan menjadi memori yang diingat rakyat belanda dan Argentina. Namun, sekali lagi ane memberikan prediksi berdasarkan Liga Champion 2009. Diego Millito akan menjadi kartu truf bagi Argentina selayaknya di Inter saat final Liga Champion. ane sendiri tidak begitu menyukai hasil ini karena Argentina sendiri bukan tim favorit ane, tetapi mungkin ini hal yang sangat menarik. Hasil akhir masih akan kita lihat 11 Juli nanti, ini hanya perkiraan yang didasarkan pada logika dan realita.

Bola itu bundar. Yang di atas kertas belum tentu mulus di atas lapangan hijau.
Menarik untuk disimak

2 thoughts on “De Javu Liga Champions 09/10 di Piala Dunia 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s