Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Gerhana bulan dan matahari terjadi sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Gerhana matahari terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada pada suatu garis lurus. Sedangkan gerhana bulan terjadi matahari, bumi dan bulan berada pada suatu garis lurus. Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon), namun tidak setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Hal ini disebabkan bidang orbit bulan mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi mengitari matahari (bidang ekliptika), namun miring membentuk sudut sebesar sekitar 5 derajat. Seandainya bidang orbit bulan mengitari tersebut terletak tepat pada bidang ekliptika, maka setiap bulan baru akan selalu terjadi gerhana matahari, dan setiap bulan purnama akan selalu terjadi gerhana bulan.

Pada peristiwa gerhana matahari yang terlihat dari suatu tempat di permukaan bumi, secara umum ada tiga tipe gerhana, yaitu gerhana matahari total, parsial dan cincin. Namun kalau kita tinjau gerhana matahari secara umum, ada enam tipe gerhana, yaitu

  1. Tipe P atau parsial, yaitu ketika hanya bagian kerucut penumbra bulan mengenai permukaan bumi. Orang yang berada di daerah yang dapat menyaksikan gerhana, hanya akan melihat gerhana parsial.
  2. Tipe T atau total, yaitu gerhana sentral yang mana kerucut umbra bulan mengenai permukaan bumi. Pada gerhana sentral, sumbu bayangan bulan mengenai permukaan bumi. Pada tipe gerhana total ini, ada yang disebut garis sentral, yaitu garis lurus yang menghubungkan titik pusat matahari, titik pusat bulan dan tempat di permukaan bumi. Saat dikatakan terjadi gerhana matahari total, hanya sebagian kecil saja tempat di permukaan bumi yang dapat menyaksikan gerhana total. Sebagian besar tempat yang lain hanya dapat menyaksikan secara parsial. Dan mayoritas tempat di permukaan bumi tidak dapat menyaksikan baik total atau parsial, entah karena di tempat tersebut matahari tidak berada di atas ufuk (waktu malam), entah karena matahari di atas ufuk
  3. Tipe A, atau annular (cincin), yaitu jenis gerhana sentral yang mana perpanjangan kerucut umbra bulan mengenai permukaan bumi.
  4. Tipe A-T, atau gabungan cincin dan total. Pada tipe gerhana ini, gerhana dimulai dengan fase cincin, di tengahnya menjadi total dan diakhiri dengan fase cincin kembali.
  5. Tipe (T), atau gerhana total tetapi tidak sentral. Ini terjadi di daerah sekitar kutub utara atau selatan. Maksudnya, sumbu umbra tidak mengenai permukaan bumi tetapi ada sedikit bagian umbra yang masih mengenai bumi (di daerah kutub).
  6. Tipe (A), atau gerhana cincin tetapi tidak sentral. Ini juga terjadi di daerah kutub, dimana sumbu umbra tidak mengenai permukaan bumi, tetapi ada sedikit perpanjangan kerucut umbra yang masih mengenai bumi (di daerah kutub).

Tipe gerhana yang paling sering muncul adalah tipe P, T dan A. Ketika gerhana matahari bukan gerhana sentral, mayoritas tipe gerhana adalah tipe parsial.

Ada tiga tipe gerhana bulan, yaitu:

  1. tipe t, atau gerhana bulan total. Disini, bulan masuk seluruhnya ke dalam kerucut umbra bumi.
  2. tipe p, atau gerhana bulan parsial, ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi.
  3. tipe pen, atau gerhana bulan penumbra, ketika bulan masuk ke dalam kerucut penumbra, tetapi tidak ada bagian bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi.

***

Ada beberapa fakta yang berlaku bagi gerhana matahari dan bulan.

  1. Paling sedikit terjadi dua kali gerhana matahari setiap tahun, namun tidak pernah lebih dari lima kali. Jumlah total gerhana (matahari dan bulan) dalam satu tahun maksimal tujuh kali.
  2. Terjadinya gerhana cenderung dalam bentuk pasangan: gerhana matahari – gerhana bulan – gerhana matahari. Sebuah gerhana bulan selalu didahului atau diikuti oleh gerhana matahari (selang dua pekan antara keduanya).
  3. Susunan gerhana cenderung untuk kembali sama dalam suatu siklus selama 18 tahun 11 hari 8 jam, atau yang dikenal dengan siklus Saros. Namun susunan (pattern) tersebut tidak tepat sama.
  4. Pada gerhana bulan, fase gerhana total dapat mencapai maksimum 1 jam 40 menit, sedangkan fase umbra yaitu parsial – total – parsial dapat mencapai maksimum 3 jam 40 menit. Sementara durasi maksimum terjadinya fase total pada gerhana matahari di ekuator dapat mencapai 7 menit 40 detik, sedangkan untuk gerhana cincin mencapai maksimum 12 menit 24 detik.

Telah disebutkan bahwa jumlah gerhana dalam satu tahun maksimal sebanyak tujuh kali. Tujuh kali gerhana dalam setahun ini dapat terealisir dalam beberapa cara:

  • 5 gerhana matahari + 2 gerhana bulan, pada tahun 1805, 1935, 2206.
  • 4 gerhana matahari + 3 gerhana bulan, pada tahun 1917, 1982, 2094, 2159.
  • 3 gerhana matahari + 4 gerhana bulan, pada tahun 1908, 1973, 2038, 2103.
  • 2 gerhana matahari + 5 gerhana bulan, pada tahun 1879, 2132.

Sebagai contoh, pada tahun 1982 terdapat tujuh gerhana (4 matahari + 3 bulan) yang telah terjadi pada:

  • 9 Januari, gerhana bulan total
  • 25 Januari, gerhana matahari parsial
  • 21 Juni, gerhana matahari parsial
  • 6 Juli, gerhana bulan total
  • 20 Juli, gerhana matahari parsial
  • 15 Desember, gerhana matahari parsial
  • 30 Desember, gerhana bulan total

***

Untuk gerhana yang Insya Allah akan terjadi pada 15 Juni waktu GMT, atau 16 Juni dinihari waktu Indonesia Barat, cara penghitungan kapan terjadinya fase-fase gerhana bulan sama seperti cara perhitungan yang telah penulis sajikan pada tulisan sebelumnya dengan menggunakan algoritma Meeus. Penulis telah membuat file MS Excel tentang gerhana matahari dan bulan tahun 1900 – 2200, yang dapat diunduh di

http://www.4shared.com/document/Z99gqgUA/Gerhana-matahari-bulan-1900-22.html

Dalam file tersebut, pertama kita isikan perkiraan tahun. Tanggal 15 Juni belum mencapai 0,5 tahun, sehingga perkiraan tahun untuk tanggal 15 Juni 2011 adalah 2011,45 (Isikan angka 2011.45 menggunakan titik, bukan koma). Selanjutnya diperoleh nilai k = 141,619. Untuk gerhana bulan, nilai k harus diisi bilangan bulat ditambah 0,5. Jadi angka yang harus diisi adalah 141,5. Akhirnya dari nilai k = 141,5 ini diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Tipe Gerhana = Gerhana Bulan Total
  • Awal fase Penumbra (P1) = 15 Juni 2011 pukul 17:24:44 UT
  • Awal fase Umbra (U1) = pukul 18:22:53 UT
  • Awal fase total (U2) = pukul 19:22:08 UT
  • Fase gerhana total maksimum = pukul 20:12:03 UT
  • Akhir fase total (U3) = pukul 21:01:57 UT
  • Akhir fase Umbra (U4) = pukul 22:01:12 UT
  • Akhir fase Penumbra (P2) = 15 Juni 2011 pukul 22:59:21 UT
  • Magnitude gerhana Penumbra = 2,6892
  • Magnitude gerhana Umbra = 1,7023.

Sebagai perbandingan, NASA telah merilis data gerhana bulan ini dengan waktu-waktu sebagai berikut:

  • Awal fase Penumbra (P1) = 15 Juni 2011 pukul 17:24:33 UT
  • Awal fase Umbra (U1) = pukul 18:22:55 UT
  • Awal fase total (U2) = pukul 19:22:29 UT
  • Fase gerhana total maksimum = pukul 20:12:35 UT
  • Akhir fase total (U3) = pukul 21:02:41 UT
  • Akhir fase Umbra (U4) = pukul 22:02:14 UT
  • Akhir fase Penumbra (P2) = pukul 23:00:44 UT
  • Magnitude gerhana Penumbra = 2,6868
  • Magnitude gerhana Umbra = 1,6998.

Juga sebagai perbandingan, buku Canon of Lunar Eclipse 1500 BC to AD 3000 karya Bao Lin Liu dan Alan D. Fiala juga mencantumkan data gerhana bulan ini sebagai berikut:

  • Awal fase Penumbra (P1) = 15 Juni 2011 pukul 17:22 UT
  • Awal fase Umbra (U1) = pukul 18:22 UT
  • Awal fase total (U2) = pukul 19:22 UT
  • Fase gerhana total maksimum = pukul 20:12 UT
  • Akhir fase total (U3) = pukul 21:02 UT
  • Akhir fase Umbra (U4) = pukul 22:02 UT
  • Akhir fase Penumbra (P2) = pukul 23:02 UT
  • Magnitude gerhana Umbra = 1,706.

Dari data perbandingan di atas, nampak bahwa perhitungan menggunakan algoritma Meeus cukup akurat jika dibandingkan dengan perhitungan NASA dengan perbedaan dalam orde beberapa detik hingga sekitar 1 menit.

Gerhana bulan ini Insya Allah dapat diamati di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa waktu-waktu fase gerhana dalam menit terdekat untuk waktu Indonesia Barat (WIB = UT + 7) adalah sebagai berikut:

  • Awal fase Penumbra (P1) = 16 Juni 2011 pukul 00:25 WIB
  • Awal fase Umbra (U1) = pukul 01:23 WIB
  • Awal fase total (U2) = pukul 02:22 WIB
  • Fase gerhana total maksimum = pukul 03:13 WIB
  • Akhir fase total (U3) = pukul 04:03 WIB
  • Akhir fase Umbra (U4) = pukul 05:02 WIB
  • Akhir fase Penumbra (P2) = 16 Juni 2011 pukul 06:01 WIB

Fase yang bisa dilihat dengan mata biasa tanpa alat bantu adalah mulai dari awal fase Umbra pukul 01:23 WIB, ketika bulan purnama mulai terpotong oleh bayangan bumi, hingga berakhirnya fase umbra pukul 05:02 WIB. Jadi hampir 4 jam waktu yang dapat dinikmati untuk menyaksikan gerhana bulan total tanpa menggunakan alat optik apapun.

Semoga cuaca cerah, dan jika memungkinkan, laksanakanlah syiar Islam berupa ibadah sholat sunnah gerhana bulan secara berjamaah di masjid sebanyak dua rakaat, dimana masing-masing rakaat terdapat dua berdiri dan dua ruku’. Setelah sholat, diakhiri dengan khutbah.

Semoga bermanfaat,

Dr. Eng. Rinto Anugraha
Dosen Fisika FMIPA UGM

Sumber: http://www.eramuslim.com/syariah/ilmu-hisab/gerhana-bulan-total-16-juni-2011.htm

2 thoughts on “Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s