Version Control System

Mungkin bagi yang sudah pernah menggunakan subversion hal ini tidak asing lagi. Intinya, hal ini digunakan untuk membackup secara otomatis, baik aset maupun perubahannya. Sehingga, ketika suatu saat ingin dikembalikan ke aset pada waktu tertentu tidak akan sulit. Dan yang terpenting, kita dapat melihat perubahan aset dari waktu ke waktu dan siapa yang melakukan perubahan itu.


Saat ini version control system (VCS) telah berevolusi dari yang sulit hingga yang bersifat lebih mudah, yang evolusinya bisa dilihat di disini. Version control system ini harusnya bukan hal yang menakutkan bagi para freelance baik itu para designer, copywriter, programmer atau siapapun anda selama berkutat dengan komputer, system ini layak digunakan.

Masih ingat dengan artikel menyelamatkan aset, VCS ini merupakan salah satu tools backup yang powerfull dan sangat disaranka, kenapa VCS ini sangat disarankan? mungkin itu kata-kata yang akan keluar, karena kesannya aplikasi ini sangat sangar dan ribet apalagi bila kita termasuk orang yang takut sebelum mencoba dan ciut bila mendengar hal-hal yang berbau komputer. Saya memiliki beberapa alasan yang bagus untuk membuat anda mencoba.

Data kita akan lebih terstruktur karena semua perubahan akan diurutkan sesuai dengan revision dan perubahan yang ada.
Bila data hilang kita dapat me-revert data dengan satu kali click.
Dapat melihat perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Bila bekerja dalam team dapat mengetahui siapa yang mengubah dan apa yang berubah.
Banyaknya tutorial dan orang yang berbagi ilmu tentang VCS
Dapat memberikan komentar ketika kita ingin menyimpan perubahan sehingga kita tau apa saja yang sudah di rubah
Support untuk segala macam system operasi komputer
Dari point-point di atas mungkin belum cukup mengugah untuk menggunakan aplikasi ini, tapi berbeda ceritanya ketika kita telah mengalami kasus pahit seperti ini.

Saya memiliki teman yang sedang mengerjakan skripsi, dalam penulisan skripsi pasti banyak sekali revisi yang dilakukan baik itu revisi ringan ataupun revisi berat. Biar tidak pusing teman saya tersebut membuat folder sequential. Hari ini dia menggunakan folder angka dari 1-x dan kemudian dia membuat tag tambahan di belakang dengan sebutan final, draft and etc. Dan makin lama datanya tersebar baik itu di flashdisk hingga di drive lain. Suatu hari dia ingin kembali ke revisi yang dulu pernah dia kerjakan dan kabar buruk-nya dia kehilangan jejak untuk beberapa dokumen karena banyak sekali file yang ingin dilihat dan dibaca danb ada beberapa yang sudah terhapus.

Dengan menggunakan VCS hal tersebut dapat dihindari dan revision data dapat dilakukan secepatnya tanpa perlu susah dan bingung dengan perubahan yang ada. Aplikasi sistem ini sangat dianjurkan untuk semua freelancer yang berhubungan dengan data komputer. Dalam VCS semua data disimpan di dalam satu library dan bila kita inginkan kita dapat mendownloadnya dari library tersebut tanpa takut kehilangan bagian-bagian penting dari dokumen kita.

Untuk referensi VCS dapat dilihat pada link-link berikut ini:

http://ngoprek.fajran.web.id/2009/02/mengapa-distributed-version-control.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Revision_control
http://ifnubima.googlepages.com/subversion.pdf

Sumber: http://de.tk/vzoi0

One thought on “Version Control System

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s