Putra Bangsa Goes To Dufan

Aktivitas yang tidak direncanakan dari jauh hari memang biasanya malah cepat terealisasi, dan hal itu memang benar adanya.

Seminggu setelah pesta tahun baru di kosan (read: bakar²) ada ajakan mendadak untuk pergi ke Dunia Fantasi. Malam itu saya sebenarnya sedang ada tanggungan untuk menyelesaikan aplikasi disposisi untuk KBRI di Beijing. Namun, tanpa pikir panjang saya menerima ajakan itu. Mengapa? Ya karena dapat kupon gratis dari kakak salah satu teman kosan saya yang bekerja di sana. Jadi kita tinggal bayar untuk transportasi dan makan, senangnya!😀

Malam itu langsung ada yang memesan sewa mobil untuk ke Jakarta dan saya langsung ngebut coding sampai jam 3 pagi. Paginya kita berkumpul di ATM sambil menunggu ada yang mengambil kamera.

Yak, setelah berkumpul semua (Ai, Giri, Bayu, Panjul, Riezan dan saya) berangkatlah kita. Seperti biasa, diawali perjalanan dari pintu tol Buah Batu kemudian menelusuri tol Cipularang. Kami berhenti di Rest Area KM 42 untuk istirahat sejenak, sholat dan makan.

Beberapa saat setelah itu kami sampai di Jakarta, melewati tol dalam kota dan tak lama sudah sampai di area Dunia Fantasi. Sesampainya di sana kita belum bisa masuk karena harus nunggu kakak Giri untuk memberikan kupon gratisannya tadi:mrgreen:

Sesaat setelah itu kami bertemu dengan kakak Giri dan langsung bisa masuk, dan bisa ditebak, kami langsung menikmati berbagai wahana yang ada di Dufan. Seperti Kora-Kora, Halilintar, Arung Jeram, Pontang-Pontang, Movie, Istana Boneka, Hysteria, Niagara-Gara, Bianglala, dll. Sayangnya wahana Tornado saat itu sedang diperbaiki, jadi tidak bisa dinikmati. Kebetulan saat itu cuaca sedang tidak panas, pasca hujan dan pengunjung juga sepi dibandingkan biasanya.

Setelah sholat maghrib kita diajak ke Ecopark untuk menikmati fantastique show-nya. Semacam drama musikal yang diperankan oleh ratusan orang dan ada proyeksi 3D air, serta berbagai atraksi air lainnya, mengesankan! Setelah pertunjukan, tak lupa kita mengabadikan momen dengan para pemainnya.

Setelah acara selesai kita ditraktir hotdog sama kakak Giri lagi, wah, terima kasih sekali.

Karena sudah malam, kita harus kembali ke Bandung lagi, ya, esok harinya adalah hari senin dimana saya harus kembali bekerja.

Di perjalanan pulang ternyata ada musibah yang menimpa kita, ban mobil yang disewa pecah di tengah jalan, alhamdulillah banget kita semua masih selamat dan tidak ditabrak truk yang ada di belakang kita.

Sekitar setengah jam kita menunggu bantuan tol untuk membantu mendongkrak dan mengganti ban mobil. Setelah diselidiki, diperkirakan ban pecah karena tekanan yang terlalu tinggi saat pengisian ban pagi itu.

Setelah melewati musibah itu, kami berhenti di Rest Area KM 57 untuk makan dan istirahat sejenak. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kami sampai di kosan jam setengah 3 pagi dan saya langsung istirahat untuk bangun tepat waktu dan berangkat di jam kerja.

4 thoughts on “Putra Bangsa Goes To Dufan

  1. Hihihi, masa’ dari sekian banyak pria di mobil gak ada yang bisa ganti ban?😀
    Apa memang tak ada alatnya? Kalo ya, itu gak bener. Harusnya perlengkapan ganti ban harus siap digunakan setiap saat. 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s