Mengejar Matahari di Situ Cileunca, Pangalengan

Lagi-lagi memang aktivitas yang minim perencanaan adalah aktivitas yang paling cepat terealisasi😀.

Jumat malam, entah dalam rangka apa, Ian mengajak saya dan teman² untuk main ke Pangalengan, untuk melihat sunrise katanya. Dan kami pun tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya, sebagai teman yang baik harus memberikan support bukan?:mrgreen:.

Sabtu pagi, sebelum subuh kami berangkat (Ian, Niken, Riezan, Febry, Giri dan saya) menggunakan 3 motor. Bisa dibayangkan dinginnya. 

Lama perjalanan sekitar 1,5-2 jam dari Bojongsoang ke Pangalengan, kami berhenti sejenak di Masjid Al-Husaeni Banjaran untuk melaksanakan shalat subuh.

Sampai di Pangalengan sekitar pukul 05.30, masih berkabut dan disambut dengan sunrise yang mempesona, setelah beberapa kali mengabadikan momen itu, kami ingin segera menuju Situ Cileunca yang tak jauh dari tempat kami berhenti tadi. Tapi ada kejadian tak terduga, ban motor Giri bocor, untungnya ada tambal ban yg dekat, alhamdulillah.

Setelah selesai dengan urusan ban, kami langsung merapat ke Situ Cileunca, foto² dan menyeberangi jalan kecil di tengah situ, tak jarang kami berpapasan dengan warga setempat yang menggunakan motor dan dapat diperkirakan membawa beberapa tempat susu. Ya, Pangalengan kan terkenal dengan susu KPBSnya.

Setelah itu kami berganti sisi, masih di sekitar situ tersebut, tp sepertinya kami berpindah di tempat yang banyak penjual makanannya. Ya, kami mencari sarapan, sudah dapat dipastikan kelaparan karena sudah menempuh perjalanan dari sebelum subuh. Kami memesan mie dan teh hangat di atas tikar sambil menikmati pemandangan situ.

Setelah itu kami naik kapal untuk menuju kebun Arbei. Tarif kapalnya kami tawar hingga Rp 10.000 per orang, hehe. Untung ada Niken yang bisa nawar. Untuk bisa menikmati Arbei kita hanya perlu membayar Rp 5000 per orang, bisa makan dan memetik sepuasnya😀.

Setelah itu kami berpindah untuk mencari satu danau lagi yang ada di foto teman Niken, dan akhirnya setelah melewati jalan pengunungan dengan segala panoramanya kami sampai juga, danau itu dikelilingi kebun teh ternyata.

Tak terasa hari sudah siang, kemudian kami memutuskan untuk pulang  setelah mengambil beberapa gambar. Perjalanan pulang lebih panas dan terkesan lebih lama, karena jalanan sudah ramai dan macet di Banjaran.

Mungkin itu sedikit cerita dari Pangalengan yang bisa menjadi alternatif rekreasi di sekitar Bandung🙂.

Semoga Bermanfaat🙂

9 thoughts on “Mengejar Matahari di Situ Cileunca, Pangalengan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s