From Dako to Dago

Beberapa minggu yang lalu akhirnya jadi juga acara sepedaan ke Dago, kami bersepeda dari kampus IT Telkom hingga ke Terminal Dago, sebenarnya pengen ke atas lagi, tapi ada rekan yang tidak kuat lagi, karena tanjakannya memang sudah lumayan berat pagi pengendara sepeda.

Kami (saya, kak Adi, Ika) berangkat jam 7 pagi dari Dayeuhkolot menuju Simpang Lima Asia Afrika untuk bertemu dengan teman kak Adi, Kak Probo yang rumahnya ada di Kopo. Kami melewati jalur Sukapura, Batununggal, Buah Batu, Karapitan. Kebetulan saat itu ada Car Free Day di Jl. Buah Batu hingga perjalanan kami sedikit terhambat.

Setelah sampai di simpang lima, Kak Probo ternyata sudah menunggu kami, tak lama kami berempat langsung meneruskan perjalanan menuju Dago Atas melewati Jl. Sunda, Bilangan SMA 3 dan 5 Bandung, Jl. Merdeka, yang selanjutnya kami beristirahat di sekitar Car Free Day Dago. Membeli bubur ayam bukanlah pilihan yang salah, karena dapat mengobati rasa lapar dan dahaga kami, hehe.

Setelah energi kami kembali, ngobrol ngalor ngidul sebentar, kemudian kami meneruskan perjalanan. Tak lama setelah meninggalkan area CFD Dago, kami bertemu tanjakan panjang hingga terminal Dago. Dan perjalanan pun kami akhiri karena alasan yang telah disebutkan di atas, wkwk.

Setelah itu, kami langsung balik kanan dan meluncur hingga area CFD yang sudah selesai, ditandai dengan sudah banyak mobil yang melewati area itu.

Kami mengambil jalan pulang melewati Jl. Lembong, sekitar Naripan, hingga Lengkong Besar, Jl. Cikawao diteruskan hingga daerah Palasari. Di sini kami berpisah dengan Kak Probo yang akan kembali ke daerah Kopo. Kami memutuskan untuk berhenti sejenak menikmati es kelapa muda. Uniknya, ada kelapa yang serabutnya berwarna pink, baru kali ini saya melihatnya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan pulang melewati Jl. Pelajar Pejuang 45, Buah Batu, hingga kembali ke Sukapura lagi. Sebuah perjalanan singkat yang bisa mewarnai hari minggu pagi disela-sela kesibukan sehari-hari. Semoga suatu saat nanti bisa bersepeda lagi atau istilah kerennya gowes bareng, hehe. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bapak/mas yang bersedia meminjamkan sepedanya kepada kami, ya maklum, karena ga punya sepeda sendiri😀.

2 thoughts on “From Dako to Dago

  1. Wah, kalo udah agak siangan dikit, sepedaan di Bandung sini saya gak kuat. Entah kenapa asap mobil terasa banget….😦
    Tapi emang kalo sepedanya pagi2, itu sempurna.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s