Tentang Kuliah Studium Generale dan atau Kapita Selekta

Semester ini saya mengambil satu mata kuliah yang namanya Kapita Selekta. Bentuk mata kuliahnya seperti kuliah umum atau seminar, dimana satu dosen diundang untuk memberikan materi di depan beberapa ratus mahasiswa (kelas besar). Selain itu juga ada satu lagi namanya Studium Generale yang bentuknya hampir sama, tapi saya tidak mengambil.

Satu hal yang ada di benak saya adalah mengapa kebanyakan mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini justru merasa malas untuk datang mengikuti mata kuliah? Justru malah beberapa berusaha untuk bolos atau nitip absen temennya.

Apakah karena pelaksanaannya di hari sabtu? atau materinya kurang menarik? atau pembicaranya kurang menarik?

Entahlah, padahal konon katanya si ini mata kuliah bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi untuk mencari judul tugas akhir. Nah, menurut saya itu dia masalahnya gas, apakah harus selalu untuk judul tugas akhir?

Biasanya mahasiswa itu jika suatu mata kuliah sudah dicap berhubungan dengan tugas akhir yang ada justru malah jadi males (kenyataan, melihat perilaku beberapa teman saya).

Pernahkah mendengar cerita dari salah satu kampus ternama di Bandung yang mana kursi untuk mata kuliah Studium Generale dan Kapita Selektanya selalu menjadi rebutan mahasiswa di sana? Jika belum pernah, maka saya menginformasikan bahwa itu benar adanya. Saya mendengar dari beberapa teman saya yang menjadi alumni dan mahasiswa di sana.

Ko’ bisa seperti itu? Nah, saya juga penasaran dengan penyebabnya, karena belum pernah mengalami langsung kuliah di sana:mrgreen:.

Sebenarnya inilah yang menurut saya seharusnya menjadi salah satu PR untuk penyelenggara mata kuliah semacam ini, mungkin dalam hal ini adalah fakultas.

Saran dari saya, yaitu :

  • Kemas mata kuliah model seperti ini dengan semenarik mungkin, jika perlu setiap pertemuan dibuatkan poster.
  • Diadakan tidak di hari sabtu siang, karena akan menjadi waktu yang menyebalkan untuk melaksanakan kuliah. Mahasiswa kurang niat buat ikut kuliah.
  • Jangan selalu diorientasikan untuk tugas akhir. Mungkin bisa tentang kompetisi, strategi marketing, pentingnya public relation atau hingga cara mendirikan suatu perusahaan serta moneytize suatu aplikasi. Atau bisa juga diberikan kuesioner kepada mahasiswa untuk pemilihan materi apa yang akan disampaikan.
  • Mengundang pembicara yang merupakan praktisi dari industri kreatif atau bidang keilmuan tertentu. Ini sebenernya bisa jadi salah satu hal yang membuat tertarik mahasiswa untuk tidak melewatkan pertemuan mata kuliah.
  • Karena mata kuliah seperti ini tidak selalu ada di setiap minggunya maka salah satu hal yang tak kalah penting adalah masalah publikasi. Selama ini di kampus saya, publikasi masih ditempel dalam bentuk pengumuman kertas dan itu juga berselang selama beberapa hari sebelum pelaksanaan kuliah. Kenapa tidak secara online saja? Saya kira tidak sulit untuk melakukannya.
  • Usahakan pelaksanaan pengumumannya jangan mendadak, ya seminggu sebelumnya lah maksimal. Atau justru bisa disiapkan dari jauh hari sebelumnya untuk konfirmasi pembicara.
  • Selain itu juga sebaiknya dilaksanakan di awal semester, karena mahasiswa butuh inspirasi untuk judul tugas akhir di waktu tersebut. Dari yang sudah ada, justru di awal semester mata kuliah ini tidak diadakan. Itu kan namanya kurang pas kan? Katanya salah satunya untuk menginspirasi judul tugas akhir.
  • Di akhir mata kuliah bisa diadakan semacam idea sharing kemudian presentasi secara berkelompok dari materi yang disampaikan, jadi ga harus selalu mengerjakan resume setelah pelaksanaan mata kuliah. Hal ini juga bisa dijadikan ajang untuk melatih kemampuan analisa dari mahasiswa.

Mungkin itu dulu sedikit dari saya, cuma pendapat dari mahasiswa biasa lho ya. Ya, semoga saja mata kuliah seperti ini suatu saat nanti bisa jadi rebutan mahasiswa seperti di kampus yang saya ceritakan tadi.

4 thoughts on “Tentang Kuliah Studium Generale dan atau Kapita Selekta

  1. Maksudnya ITB? hehe, nih berbagi pengalaman di kuliah di ITT dan ITB memang budaya dan pergaulannya berbeda. Selama saia kuliah di ITB, klo ada kuliah umum gitu biasanya sebelumnya para dosen menjelaskan sekilas materi yg akan disampaikan pada kuliah umum dengan excited. Ibaratnya trailer video clip gituu. Mahasiswa yg melihat dosen excited gt biasanya juga kepancing excited.

    Kesimpulannya, para dosen juga promosi di kelas meski itu bukan materinya. Kemudian dari mulut ke mulut mahasiswanya juga cepet bgt karena rasa ingin tahu mereka juga besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s