Baliho Pemimpin di Pinggir Jalan

Jujur saja, saya membuat postingan ini karena merasa kurang nyaman dengan adanya foto-foto wakil rakyat yang terpampang dengan megahnya di pinggir jalan tiap kota yang pernah saya kunjungi. Foto ini biasanya dicetak dalam bentuk baliho atau spanduk dengan konten yang beragam. Mulai dari ucapan selamat hingga ajakan-ajakan tertentu kepada masyarakat.

Menurut saya, sekarang sudah ga jamannya lagi ada hal seperti itu, selain pemborosan untuk biaya percetakan, juga ga ada interaksi langsung dengan masyarakat. Alangkah baiknya jika diganti dengan semacam mendirikan posko saja untuk membuka komunikasi dengan masyarakat sekitar, mengadakan acara konsultasi dan acara bersama dengan masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan berinteraksi langsung.

Baliho ini juga bisa jadi ajang kampanye gratis dan mengotori pinggir jalan, karena jarang banget ada yang mau ngasih tulisan “valid until” hingga tanggal tertentu seperti di mading-mading kampus. Sehingga tidak dicabut dalam waktu yang cukup lama.

Hal lain lagi yang ada dalam benak saya adalah adanya imbuhan gelar-gelar yang dipunyai oleh wakil rakyat ini. Tujuan pemasangan gelar ini untuk apa si sebenarnya, apalagi banyak yang gelarnya tidak dari ilmu politik, ekonomi bahkan gelar haji, apakah sudah pas penerapannya? Bukankah gelar itu sebaiknya diperlihatkan ketika ada kegiatan yang berhubungan dengan akademik saja? Kalau memikirkan hal ini saya jadi teringat tulisan Pak Budi Raharjo tentang penggunaan gelar akademik.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s