Jalan Provinsi di Indonesia

Saya ini termasuk orang yang suka jalan-jalan (kalau kata orang jawa mah muyeng-muyeng) apalagi ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Mulai dari jalan-jalan cantik sampe yang lumayan ekstrim; seperti ngetrip sendirian dari Purworejo-Bandung PP pake Vespa (foto di atas pas berhenti di perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah), atau yang terakhir bisa beresin 3S (Slamet, Sumbing, Sindoro), hehe.

Read more at arifsetiawan.com.

Tugas Akhir yang Bermuara di Perpustakaan

Tugas Akhir.

Dua kata yang biasanya selalu menjadi momok (terutama) bagi mahasiswa teknik. Ya, karena dua kata inilah yang sangat menentukan status kelulusan seorang mahasiswa.

Bagi kami di Teknik Informatika, salah satu bagian yang paling menjadi beban biasanya adalah ketika harus membuat aplikasi atau produk sesuai dengan Tugas Akhir kita, dan sebagian besar adalah coding, walaupun ada juga beberapa yang tidak. Setelah itu baru membuat laporan beserta dengan analisisnya.

Read more at arifsetiawan.com.

Baliho Pemimpin di Pinggir Jalan

Jujur saja, saya membuat postingan ini karena merasa kurang nyaman dengan adanya foto-foto wakil rakyat yang terpampang dengan megahnya di pinggir jalan tiap kota yang pernah saya kunjungi. Foto ini biasanya dicetak dalam bentuk baliho atau spanduk dengan konten yang beragam. Mulai dari ucapan selamat hingga ajakan-ajakan tertentu kepada masyarakat.

Menurut saya, sekarang sudah ga jamannya lagi ada hal seperti itu, selain pemborosan untuk biaya percetakan, juga ga ada interaksi langsung dengan masyarakat. Alangkah baiknya jika diganti dengan semacam mendirikan posko saja untuk membuka komunikasi dengan masyarakat sekitar, mengadakan acara konsultasi dan acara bersama dengan masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan berinteraksi langsung. Continue reading

Meminta Sumbangan Untuk Pembangunan Masjid

Kemarin sore sepulang dari daerah Setiabudi, saya melihat sebuah mobil dengan spanduk permohonan sumbangan untuk membantu membangun masjid. Mobil itu berjalan pelan, diikuti seseorang yang berjalan di samping mobil sambil memegang kotak amal.

Pasti kita sering lah ya melihat suasana tadi, tapi kebanyakan merasa cuek saja. Satu hal yang ada dalam benak saya adalah apakah hal seperti itu merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan? Tidak adakah cara lain lagi untuk membantu pembangunan masjid?

Menurut saya, cara seperti itu sangatlah tidak efektif, karena apa? Continue reading

Tentang Kuliah Studium Generale dan atau Kapita Selekta

Semester ini saya mengambil satu mata kuliah yang namanya Kapita Selekta. Bentuk mata kuliahnya seperti kuliah umum atau seminar, dimana satu dosen diundang untuk memberikan materi di depan beberapa ratus mahasiswa (kelas besar). Selain itu juga ada satu lagi namanya Studium Generale yang bentuknya hampir sama, tapi saya tidak mengambil.

Satu hal yang ada di benak saya adalah mengapa kebanyakan mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini justru merasa malas untuk datang mengikuti mata kuliah? Justru malah beberapa berusaha untuk bolos atau nitip absen temennya.

Apakah karena pelaksanaannya di hari sabtu? atau materinya kurang menarik? atau pembicaranya kurang menarik? Continue reading

Tentang Business Fair di Kampus

Di setiap akhir semester menjelang UAS, di kampus saya diselenggarakan yang namanya “Business Fair”. Tim pelaksananya adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Inovasi dan Kewirausahaan di semester itu. Format acaranya seperti kantin dadakan, karena kebanyakan dari kelompok bisnisnya akan menjual makanan selama tiga hari di Gedung Serba Guna.

Karena sudah seperti tradisi dari tahun ke tahun jualan makanan ya jadinya seperti mata kuliah yang asik, ya sebatas jualan makanan ke temen dan ngiklan-ngiklan di social media. Dan habis dari acara business fair itu akan hilang begitu saja.

Format praktek bisnis secara langsung seperti ini kurang menarik, karena apa? Karena mayoritas mahasiswa di kampus saya sekarang atau nantinya adalah pelaku dunia digital/teknologi informasi. Jadi menurut saya jualan makanan bukanlah latihan “bisnis” yang pas bagi mahasiswanya.

Nah, bagaimana dengan mahasiswa seperti saya yang tidak lihai jualan makanan? Apakah harus dipaksa jualan makanan? Mungkin untuk skala 3 hari bisa, tapi untuk nantinya setelah lulus bagaimana? Continue reading