Rencana Studi Banding ke Jepang

Pengamat politik Indonesia sedang bingung. Biasanya rakyat sangat keras mengecam studi banding anggota DPR, yang dianggap cuma plesir dengan anggaran dinas. Tetapi, khusus untuk studi banding ke Jepang, kok rakyat justru ramai-ramai mendukung, agar studi banding itu segera dilaksanakan dan hasilnya cepat diaplikasikan pada seluruh anggota parlemen.
Merasa penasaran, pengamat politik itu pun bertanya kepada seorang pedagang asongan, yang mangkal di depan gerbang DPR: “Mengapa Bapak mendukung studi banding anggota DPR ke Jepang?”
“Ohh, itu….,” sahut si bapak. “Saya mendukung penuh, sebab anggota DPR itu akan belajar teknik harakiri massal di Jepang. Semoga segera diterapkan untuk seluruh anggota DPR…”

*disadur dari salah satu status facebook guru saya http://yep.it/aewknt 😀

Jadi, begitukah?

Lembut, indah nan jelita,
Awan itu berarak urut menuju selatan.
Entah mengapa mereka ke sana.

Sementara di seberang jalan
Gumpalan awan mendung muncul
Mereka tak jahat walau nampak menakutkan

Ketika mereka berpapasan
Apakah yang kan terjadi?
Berdebar aku memikirkannya

Terus ku tatap langit
“Bluarr!!” itulah suara yang tercipta
Saat mereka bertemu.
Oh, ternyata itu cuma imajinasi
Tak terjadi apa-apa.
Sungguh…

Tidak ada selisih dalam alam
Meskipun mereka berbeda
Karena eksistensi mereka sama

Pada kamilah, selisih itu timbul
Bergolaknya neraca berujung kebencian
Sedikit saja timbangan tak rata
Muncullah jiwa hitam nan menyesakkan

Ehm, jadi begitukah?
Tak sama bukan berarti berbeda
Mungkin aku mesti lebih belajar
Tentang kamu, dia dan mereka
Agar hidup ini tak terpecah