Tentang Business Fair di Kampus

Di setiap akhir semester menjelang UAS, di kampus saya diselenggarakan yang namanya “Business Fair”. Tim pelaksananya adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Inovasi dan Kewirausahaan di semester itu. Format acaranya seperti kantin dadakan, karena kebanyakan dari kelompok bisnisnya akan menjual makanan selama tiga hari di Gedung Serba Guna.

Karena sudah seperti tradisi dari tahun ke tahun jualan makanan ya jadinya seperti mata kuliah yang asik, ya sebatas jualan makanan ke temen dan ngiklan-ngiklan di social media. Dan habis dari acara business fair itu akan hilang begitu saja.

Format praktek bisnis secara langsung seperti ini kurang menarik, karena apa? Karena mayoritas mahasiswa di kampus saya sekarang atau nantinya adalah pelaku dunia digital/teknologi informasi. Jadi menurut saya jualan makanan bukanlah latihan “bisnis” yang pas bagi mahasiswanya.

Nah, bagaimana dengan mahasiswa seperti saya yang tidak lihai jualan makanan? Apakah harus dipaksa jualan makanan? Mungkin untuk skala 3 hari bisa, tapi untuk nantinya setelah lulus bagaimana? Continue reading

Advertisements