Nasi Edan, From Paris with Love

Sebenarnya nama warungnya itu C’mar, berhubung di atasnya ada tulisannya NASI EDAN makanya saya kasih nama Nasi Edan, Lokasinya di Jl. Terusan ABC, di belakang Gedung Merdeka, Bandung. Tapi beneran edanlah, soalnya yang bikin edan harganya, saya yang cuma ngambil menu nasi+gulai+sayur kacang+krecek+usus+es teh manis dapet tanggungan membayar Rp 23.000,-.

Nasi Edan
Nasi Edan 2

Langsung shock sebenarnya, tapi mau gmn lagi, harus diikhlasin. Tapi bagi saya kurang recommended ni tempatnya bagi yang suka kuliner, soalnya tempatnya juga tidak mendukung harganya. Kita² yang bayar segitu cuma makan di atas kursi tanpa meja, huffh. Dan ini menjadi wisata kuliner saya yang fenomenal selama ini,hehe. Ga lagi² dh kesitu.

Nah, setelah itu kita lupakan kesedihan kulinernya, langsung menuju ke BIP buat nonton, tp udah ditutup BIPnya ga tau knp,hehe. Langsung cabut ke BSM dah, dan masih dapat tiket buat pemutaran terakhir From Paris With Love hari itu :).

from paris with love

Review From Paris With Love:
Reese merupakan seorang agen mata-mata yang cuman berhasil mendapat kasus yang ecek-ecek, dia di kedokkan sebagai asisten dubes Amerika di Prancis. Promosi akhirnya tiba, dan dia ditugaskan tidak tanggung-tanggung untuk membasmi teroris hingga ke akar-akarnya. Kali ini dia disuru menemani Wax, agen yang suka seenaknya sendiri, akan tetapi Wax jago berkelahi. Aksi mereka pun dimulai tanpa istirahat, hingga akhirnya Reese pun mendapatkan kenyataan bahwa ternyata tunangannya terlibat dalam permasalahan ini. Akankah Reese memilih negaranya atau tunangannya ?

Comment:
John Travoltanya keren, Reese juga, tapi sepertinya lawannya kesannya kurang jago, karena bisa menang terus, tapi endingnya tak terduga. Mantap dh :mrgreen:

thx 4 reading 😀

Negri negri

by Marjinal


Lihatlah negeri kita

Yang subur dan kaya raya

Sawah ladang terhampar luas

Samudera biru

Tapi rataplah negeri kita

Yang tinggal hanyalah cerita

Cerita dan cerita, terus cerita…(cerita terus)

Chorus:

Pengangguran merebak luas

Kemiskinan merajalela

Pedagang kaki lima tergusur teraniaya

Bocah-bocah kecil merintih

melangsungkan mimpi di jalanan

Buruh kerap dihadapi penderitaan

Inilah negeri kita

Alamnya kelam tiada berbintang

Dari derita dan derita menderita…(derita terus)

Sampai kapankah derita ini (au-ah)

Yang kaya darah dan air mata

Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

back to chorus

Dinodai

Dikangkangi

Dikuasai

Dijajah para penguasa rakus

Dinodai

Dikangkangi

Dikuasai

Dijajah para penguasa rakus



*didengarkan sambil menanti pertandingan Barcelona vs Dynamo Kiev & Inter Milan vs Rubin Kazan, sambil jauh2 dulu dari netbeans :mrgreen: