Pepper Lunch

Kuliner ini sebenernya udah sekitar setengah bulan lalu, sambil nunggu pemutaran film The Hobbit di TSM XXI. Saya kebetulan bareng temen-temen kuliah serombongan rame-rame. Sekalian cari makan di sekitaran lantai 2 – 3 TSM, bermuaralah kami ke Pepper Lunch.

Pepper Lunch ini merupakan restoran steak Jepang. Menyediakan berbagai makanan steak, pasta, pepper rice, dll. Untuk harganya sendiri sepertinya golongan menengah ke atas berkisar antara Rp 30.000 – Rp 100.000. Saya sendiri kemarin memesan Chicken Steak (Rp 38.000) dan Hot Ocha (Rp 9.000). Memang harganya ga bisa dibilang murah untuk kalangan mahasiswa, tetapi emang enak makanannya, recommended lah.

Di Bandung sendiri Pepper Lunch ada di Paris Van Java dan Trans Studio Mall. Selamat mencoba 🙂

Bakar Celup, All You Can Eat!

Hari sabtu kemarin saya dan teman-teman secara random malem mingguan di kota. Biasanya ya cuma sama komputer diselingi nonton bola. Ceritanya kulineran di Bakar Celup, All You Can Eat! Berlima cowok semua, haha. Kasihan kami ya?

Nah, karena di sini sistemnya “all you can eat” ya berarti boleh ngambil sebanyak-banyaknya yang kita mau, mantep kan? :mrgreen:.

Tapi untuk sekali proses penjarahan makanan ini setiap orang bakal kena tarif Rp 70.000 dan batas waktunya 2 jam, ga boleh lebih dari itu. Lumayanlah, karena lebih murah dari Hanamasa, tapi ya makanannya ga sebanyak seperti di sana. Minumannya juga lebih terbatas. Continue reading

Bakso Malang Karapitan

Akhirnya bisa malem mingguan! haha.

Pastinya rame-rame bareng temen, gara-gara ada Feby yang dateng random ke Bandung (entah apa keperluan sebenernya :mrgreen:). Sebelum berangkat sempet hujan dulu, nunggu Chirul sampai saya ketiduran, akhirnya abis ashar Saya, Adi, Feby, Riezan, Chirul berangkat menuju Ciwalk.

Ternyata perjalanan ke sana tidak berjalan lancar pemirsa, saya dan Adi yang niatnya menghindari macet di lampu merah Asia Afrika dengan belok ke arah Braga, eh, malah dapet macet yang lebih parah karena ada Braga Festival 2012. Dari Jalan Asia Afrika hingga lewat jalan kecil Pasar Baru, hingga via duct Stasiun Bandung. Barulah di daerah kantor walikota kami lepas dari macet. Hasilnya kami sampai terakhir di Ciwalk -_-“. Continue reading

Sedikit Cerita dari Kota Surakarta

Setelah sudah setengah hari lebih di kota Jogja, akhirnya saya harus meninggalkannya, hayah. Tujuan berikutnya adalah kota Surakarta yang dikenal juga dengan sebutan kota Solo. Solo ini juga bisa jadi kota tujuan wisata yang cukup menarik, karena kota yang memiliki beberapa kesamaan dan budaya dengan kota Yogyakarta. Contohnya saja, terdapat Kraton Mangkunegaran dan salah satu produsen batik di Indonesia. Selain itu kuliner di Solo juga sangat menarik, tradisional dan alami, mungkin banyak yang belum diketahui publik, nah, sebagian akan saya ceritakan di sini. Continue reading

Mie Yamin Garsela

Hari sabtu kemarin, entah dalam rangka apa saya dan beberapa teman (Nashir, Panjul dan Oku) berminat untuk belanja bareng. Di tempat perbelanjaan pun sempat ngerjain Riezan dengan memanfaatkan mbak-mbak information center, hehe.

Kebetulan juga saya mendapatkan voucher belanja dari kantor, sehingga alhamdulillah tidak perlu mengeluarkan uang berlebih, apalagi kemarin saya mayoritas belanja makanan dan barang-barang grabah buat di kosan :lol:.

Setelah dirasa cukup, saya ingin mencari makan dan kebetulan juga inget tentang Mie Yamin Ceker yang katanya ada di Jl. BKR, Bandung. Langsung saja saya meluncur menelusurinya dan akhirnya menemukannya di dekat perempatan menuju arah Soekarno Hatta yang biasanya dilewati angkot jurusan Mengger :D. Continue reading

Berbuka Bersama Kawan Lama di Bebek H. Slamet

Weekend terakhir di Bandung, sebelum lebaran ini diwarnai dengan buka bersama teman-teman kuliah jaman jebot, yang artinya beberapa dari kami sudah cukup lama tidak bertemu, semua sudah disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sudah kerja, kuliah lagi atau kerja sambil kuliah.

Lokasi yang kami pilih adalah di Bebek H. Slamet, Buah Batu. Selain harganya yang cukup terjangkau, tempatnya pun cukup mudah diakses. Untuk menu kami sepakat untuk memesan Bebek Goreng dengan minuman dengan pilihan masing-masing. Saya sendiri memesan menu tambahan Kol Goreng dan Es Teh Manis (berhubung Ice Cappucino langganan tidak ada). Dengan menu itu saya harus membayar Rp 32.500. Salah satu khas dari masakan bebek di sini adalah digoreng kering dan seperti dihancurkan dahulu sebelum di goreng, selain itu sambalnya juga sangat nonjok, selamat bagi yang suka pedas, haha. Layak untuk dicoba lah pokoknya! 😉 Continue reading

Bebek Garang Braga

Setelah dapet satu traktiran, ternyata ada satu traktiran lagi di bulan Juli kemarin, kali ini dari Mas Eko, yang baru aja lulus. Abis sidang langsung berangkat malemnya :lol:. Btw, selamat ya mas, smg makin sukses ke depannya, mengingat bagaimana perjuangan buat kelulusannya :).

Mas Eko Sidang

Rencananya kami ingin makan di Cie Rasa Loom, tapi ternyata dua tempat yang ada di Jl. Buah Batu sama-sama tutup, akhirnya kami memutuskan untuk ke Bebek Garang saja. Lokasinya ada di Jl. Braga 34, persis di sebelah Mie Reman. Continue reading

Oishii Ramen and Sushi Bar

Pertengahan bulan Juli lalu, kurang tau dalam rangka apa, pokoknya ribut² di twitter anak-anak ngajakin buat main atau kulineran. Oiya, baru inget, waktu itu si Fahmy main ke Bandung, yang udah jadi anak gaul Cikarang sekarang :D.

Singkat cerita kami (Saya, Whe, Andit, Bagas, Reli dan Fahmy) sudah berkumpul dan siap cabut. Langsung menentukan tempat makan, dan terpilihlah Oishii Ramen and Sushi Bar. Kebetulan juga saya lagi pengen ramen setelah sekian lama tidak makan makanan jepang, guayane daaab, haha. Continue reading

Warung Pasta

Ini semua gara² Feby tiba-tiba checkin 4sq di Gedung D dan Kantin IT Telkom. Sontak kaget saya melihat notifikasi di hp (haha, lebay!). Owh.. ternyata dia nganterin adeknya nyari kosan buat kuliah di salah satu kampus terkemuka di Dayeuhkolot ini.

Langsung saja kita ketemuan bareng anak-anak yang lain, ya berhubung saya masih satu kantor dengan beberapa teman kuliah, jadinya langsung enak ngajak ketemuan. Setelah chit-chat sebentar, akhirnya diputuskan buat kuliner aja malam ini, padahal Feby mau balik ke Jakarta bareng orang tuanya, sampe bohong demi main bareng kita-kita (aku bocorin di sini gapapa ya ve? :mrgreen:). Continue reading

Menikmati Teh Sereh di Kedai Kopi Mata Angin

Inilah kali pertama saya tau ada kedai kopi di sekitar Jl. Bengawan, Bandung. Soalnya saya cuma tau Papyrus kalau ada yang nyebut Jl. Bengawan.

Awal mulanya adalah ajakan temen-temen BPC Bandung yang pengen ngumpul pasca trip Dieng. Ya, acaranya apalagi kalau bukan sharing dokumentasi, menjadi sesuatu yang ga lengkap jika setelah melakukan perjalanan tidak punya foto dan upload di jejaring sosial, haha, narsis abis yak! (yo ben :mrgreen:).

Lokasi dari Kedai Kopi Mata Angin ini sendiri tadinya di Jl. Bengawan No. 52, tetapi di pertengahan Juli ini pindah ke Jl. Laswi No. 19 A. Yang menarik dari kedai ini adalah suasana kedai yang sengaja dibuat tidak terlalu terang dan suasananya seperti rumah biasa, mungkin karena emang bekas rumah yang sengaja buat kedai, sehingga pas banget buat ngobrol santai. Continue reading